Internet Protocol Television merupakan system transmisi televisi digital menggunakan protocol internet (IP) yang melewati infrastruktur jaringan IP dengan pita lebar.
Pita lebar (broadband) dibutuhkan untuk mengirimkan format gambar bergerak dengan kualitas yang baik dan real time.
System transmisi televisi yang saat ini masih menggunakan technology transmisi wireless broadcast, dengan keterbatasan jarak serta penerimaan signal sekarang telah dikembangkan menggunakan technology IP dengan jangkauan yang jauh lebih luas.
Layanan ini lebih sering ditawarkan bersamaan dengan layanan internet & voice over IP (VoIP) yang disediakan oleh prodiver.
Indonesia dalam technology IPTV ini, sudah diterapkan beberapa provider besar yang menyediakan secara commercial dan didukung oleh infrastruktur bandwidth yang memadai. Meski belum meluas dan jumlah pengguna tidak banyak yang menggunakan layanan ini karena keterbatasan infrastruktur, namun sudah menjadi starting yang baik untuk kemajuan advance IP technology yang dapat di tawarkan.
Sejarah IPTV
ABC World news adalah Operator Televisi pertama pada tahun 1994 yang memancarkan (broadcast) siaran televisi menggunakan jaringan internet. Software yang dipergunakan adalah “Video Conference CU-SeeMe”.
Sebagai kelanjutannya pada 1998, Operator Radio via Internet, AudiNet memulai webcast secara langsung menggunakan IP.
Pada awalnya technology ini tidak sepenuhnya berkembang dengan baik dikarenakan lambatnya perluasan infrastruktur jaringan dengan pita lebar untuk dapat meng-akomodasi kebutuhan ini.
Barulah pada tahun-tahun belakangan infrastruktur jaringan pita lebar semakin meluas sehingga mampu menjangkau 200 juta perumahan ditahun 2005 secara keseluruhan di dunia dan diperkirakan tumbuh kembang menjadi 400 juta perumahan pada 2010. Yang juga akan ikut memperluas penerapan technology IPTV ini secara tidak langsung.
Kelebihan IPTV
Salah satu kelebihannya adalah penyatuan system transmisi televisi dan IP sekaligus yang menggunakan infrastruktur IP tanpa harus investasi tambahan untuk area dan tower/hub transmisi, ijin frequency, engineer, perangkat transmisi dan lain sebagainya. Berikutnya jaringan IP memungkinkan untuk broadcast lebih banyak fungsi dan content (siaran).
Pada system transmisi televisi / jaringan satelit biasa yang menggunakan technology video brodacast (dvb), semua content siaran) secara terus menerus dipancarkan kepada pemirsa, namun hanya satu content (siaran/channel) yang pada umumnya dilihat satu pemirsa dan mengganti channel bila menginginkan content yang lain.
Berbeda dengan jaringan IP, tidak semua content ditransmisikan. Hanya content yang dipilih untuk dilihat oleh pengguna saja.
(System proxy tidak memungkinkan untuk real time content/siaran). Hal ini tentu akan membuat penggunaan bandwidth infrastruktur jaringan lebih efisien. Disamping juga content yang dipilih pengguna dibatasi oleh lebarnya pipa bandwidth sampai ke perangkat user (Set-Top-Box). Secara tidak langsung juga meningkatkan privacy pengguna dibanding technology televisi biasa atau via satelit.
Technology IP memungkinkan pemirsa televisi lewat jaringan internet mendapatkan pengalaman menonton yang lebih interactive dan personal. Operator misalnya dapat mengintegrasikan dalam proses transmisi semacam program guide yang memungkinkan pemirsa untuk mencari content berdasarkan nama actor atau judul siaran menggunakan system “picture-in-picture” atau layar didalam layar tanpa harus menutup content apa yang sedang disaksikan pada saat itu. Bagi permirsa olah raga dapat melakukan pencarian informasi penting lain (pemain, status game dll) yang berhubungan dengan pertandingan yang sedang berlangsung lewat system diatas.
Juga dapat mengakses file-file di komputer pengguna, menggunakan telephone IP wireless atau sampai kelebihan pada pengawasan orangtua terhadap dokumentasi laporan dari sekolah anak-anak mereka, saat mereka tidak berada dirumah.
Kamis, 26 Februari 2009
Langganan:
Postingan (Atom)